Sepatu Teplek Berbahaya buat Kaki?

Kompas.com - 06/03/2012, 16:12 WIB

KOMPAS.com - Sudah banyak orang yang mengetahui bahayanya terlalu lama dan terlalu sering mengenakan sepatu berhak tinggi atau high heels, sehingga banyak dari mereka yang beralih menggunakan sepatu flat untuk kesehariannya. Namun, sepatu flat ternyata juga tak baik jika terlalu sering digunakan. Menurut Sarah Jio dalam artikelnya yang berjudul Ballet Flats May be Wrecking Your Feet, dokter ahli penyakit kaki tidak menyarankan penggunaan sepatu datar terlalu sering karena bisa berbahaya bagi kaki.

Sarah mengaku cukup sering mengenakan sepatu teplek untuk sehari-hari. Namun setelah terlalu lama menggunakan sepatu datar, kakinya terasa sakit. "Para dokter mengatakan bahwa menggunakan sepatu datar itu seperti berjalan di atas papan," tukasnya. Akibatnya, pengguna biasanya akan mengalami berbagai penyakit pada kaki seperti penyakit plantar fasciitis atau nyeri tumit.

Jika Anda terkena penyakit ini, Anda akan mengalami bengkak pada jaringan tebal di dasar kaki (bagian bola kaki) dan terasa sangat menyakitkan. Serangan ini bisa terjadi pada semua umur, dan umumnya disebabkan penggunaan sepatu yang kurang tepat, terlalu tinggi, atau terlalu datar, sehingga tidak menopang bentuk kaki dengan baik, terutama di bagian dasar lengkungan kaki.

Tetapi, jika Anda memang menyukai sepatu bertumit datar, para pakar menyarankan untuk menggunakan bantalan tambahan yang mengikuti kontur kaki di dalam sepatu, sehingga bisa menyangga kaki dengan sempurna. Selain itu, para ahli penyakit kaki menganjurkan agar bantalan ini dipasang pada sepatu teplek untuk memberikan dukungan lengkungan pada kaki sehingga mengurangi tekanan pada daerah sensitif kaki.

Sepatu yang dianjurkan adalah yang memiliki lapisan bagian dalam yang empuk dan berkontur bergelombang (orthotics) sesuai dengan bentuk kaki. Sedangkan sepatu balet flat yang banyak beredar di pasaran sekarang ini lebih banyak mengandalkan sepatu tipis dan datar di bagian dalamnya, sehingga membuat kaki harus selalu mendapat tekanan yang keras pada bagian sensitif kaki. Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menyebabkan nyeri.

Baca juga:
Sepatu Teplek Tak Baik untuk Ibu Hamil
Risiko Menukar "High Heels" dengan Flats
Siapa Bilang Sandal Jepit Aman untuk Kaki?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau